menjaga hubungan kakak dan adik

shares |

  • 1. Peraturan

  • Hak dan privasi sering menjadi penyebab utama pertengkaran yang terjadi dengan kakak atau adik di rumah. Untuk itu sebuah peraturan penting dibuat dan dilaksanakan, dengan memasukkan nilai-nilai kesopanan dan tata krama dalam peraturan yang dibuat juga berpengaruh besar dalam kerukunan antar anggota keluarga. Mintalah bantuan orang tua untuk menerapkan aturan-aturan yang dibuat dan aturan apa sajakah yang pantas atau tidak pantas diadakan dalam rumah serta sanksi yang diberlakukan jika ada seorang yang melanggar.


  • 2. Miliki sifat pemaaf

  • Apapun yang sudah dan akan terjadi dalam pertengkaran, yang terutama yang harus ditanamkan dalam diri setiap anggota keluarga adalah sikap yang mau memaafkan dan meminta maaf. Hentikan pertengkaran yang terjadi sesegera mungkin dan jangan biarkan hal tersebut berlarut-larut. Dengan segera meminta maaf ketika Anda sebagai kakak ataupun adik yang melakukan kesalahan akan membuat suasana cepat kembali normal.
  • 3. Hilangkan rasa egois

  • Pada dasarnya setiap orang pastinya ingin diperlakukan secara adil, dihormati dan dihargai oleh yang lainnya. Oleh karena itu baiknya kitapun harus mendahulukan memperlakukan anggota keluarga lain dengan baik sebelum meminta diperlakukan dengan baik. Hal ini biasanya sering terjadi pada seorang kakak yang selalu ingin ditinggikan di hadapan adik-adiknya, jika Anda seorang kakak pahamilah bahwa Anda pun juga harus memperlakukan adik-adik Anda seperti Anda juga ingin diperlakukan, dengan begitu suasana hangat dalam keluarga akan mudah terwujud.


  • 4. Luangkan waktu bersama

  • Masing-masing anggota dalam sebuah keluarga sudah pasti memiliki waktu dan kesibukan mereka masing-masing. Rencanakanlah sebuah acara yang melibatkan kakak atau adik Anda ataupun bersama orang tua dan saudara lainnya, Semakin banyak waktu bersama anggota keluarga tentu akan mempererat hubungan didalamnya.

  • 5. Selalu menghargai tali kasih persaudaraan

  • Kalau Anda bisa merasa sayang terhadap teman atau bahkan sahabat, terlebih kepada saudara kandung Anda sendiri. Apapun yang terjadi dalam kehidupan keluarga antara kakak dan adik, tali kasih persaudaraan itu tidak akan putus. Pertengkaran, perbedaaan pemikiran, percekcokan atau apapun tidak akan melunturkan rasa sayang karena hubungan darah itu lebih kental dari apapun di dunia ini. Jangan pernah menunda untuk menyatakan rasa sayang Anda kepada kakak atau adik supaya tidak ada penyesalan karena hari esok belum tentu kita masih mempunyai kesempatan untuk melakukannya.
  • Tips-tips di atas cukup ampuh untuk mempererat hubungan persaudaraan dalam keluarga antara kakak dan adik, Jika di dalam keluarga rasa saling menghargai dan menghormati sudah tercipta, otomatis hubungan yang erat dan kuat antar anggota keluarga pun akan tercipta sehingga apapun permasalahan yang terjadi tidak akan mudah untuk membuat perpecahan dalam keluarga. Pertengkaran seringkali menjadi semakin rumit karena secara emosi terkadang orang dapat melontarkan perkataan yang menyakitkan hati. Hal seperti ini lah yang membuat seseorang ingin membalas perbuatan atau perkataan yang diterimanya. Jika Anda bisa memulai untuk menciptakan lingkungan yang baik dirumah dengan sikap yang baik terhadap kakak ataupun adik, saudara yang menyebalkan sekalipun akan bisa berubah dengan sendirinya.

    Sumber: pentingnya-menguatkan-hubungan-antara-adik-dan-kakak
1. Biarkan yang di belakang tetap di belakang Biarkanlah kenangan dan rasa sakit di belakang perihal masalah sepele tetap di belakang. Jangan lagi dipikirkan masalah karena Anda sempat merobek baju pinjaman kakak Anda yang dulu-dulu. Atau gara-gara adik Anda menghilangkan sekotak krayon Anda lalu hubungan persaudaraan Anda menjadi hambar. Biarkanlah yang dulu berlalu. 2. Muncul di acara pentingnya Tentu, Anda akan datang untuk acara-acara penting, seperti pernikahan, kelulusan, sunatan anaknya, atau di hari raya. Hal-hal tersebut merupakan keharusan untuk seluruh anggota keluarga. Namun, bila memungkinkan, cobalah untuk menghadiri hari penting yang merupakan harinya. Misal, ketika ia mencoba menyelesaikan lomba lari marathon, atau muncul di pembukaan toko barunya. Nah, itu baru kemunculan yang bermakna. 3. Jangan mencoba menjadi mata-mata Ada kalanya Anda akan merasa sangat dibayang-bayangi oleh keberhasilan kakak atau adik Anda. Hubungan kakak-adik seringkali diwarnai dengan saling menggosipkan di belakangnya. Apalagi ketika orangtua kita memujinya, uh, rasanya sakit di hati, tetapi ketika orangtua mengeluhkan kelakuan kakak atau adik, Anda pun diam-diam merasa senang. Tentunya, hal semacam ini akan meruntuhkan kejujuran dan membuat Anda dan saudara sulit untuk mendekatkan diri. Jadi, berhentilah berpikiran picik terhadap saudara Anda sendiri. Jika Anda sulit untuk melakukannya untuk diri sendiri, coba lakukan atas nama ayah atau ibu Anda. 4. Perhatikan sopan santun Berlakulah layaknya Anda ingin diperlakukan. Anda tak mau kan ada orang yang bertanya sesuatu dengan kasar kepada Anda? Jangan lakukan pula pada saudara Anda. Anda memang tak harus berlaku formal dengan saudara kandung, namun tetap saja Anda butuh sopan santun agar tetap ada rasa segan dan saling menghormati di antara Anda. 5. Lawan "cap" Saat beranjak dewasa, Anda mungkin mengalami "pelabelan". Entah itu dengan menjadi "si bandel", atau "si pintar". Entah seberapa banyak perkembangan Anda, tetap saja, cap itu masih melekat. Jika Anda atau Anda melihat saudara Anda masih mendapat cap tersebut melekat pada dirinya, Anda bisa mencoba membantu mereka keluar dari cap tersebut dengan mengutarakan prestasi mereka baru-baru ini. Misal, kakak Anda yang selama ini dikenal sangat sporty baru-baru ini berhasil meraih penghargaan penulisan. Atau si adik yang cerdas baru saja berhasil melewati rekor terdahulunya dalam balap sepeda. Siapa tahu mereka juga akan membantu Anda untuk mengubah "label" yang selama ini menempel pada Anda.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Langkah untuk Lebih Dekat dengan Saudara Kandung", https://lifestyle.kompas.com/read/2010/07/12/1820156/10.langkah.untuk.lebih.dekat.dengan.saudara.kandung.
1. Biarkan yang di belakang tetap di belakang Biarkanlah kenangan dan rasa sakit di belakang perihal masalah sepele tetap di belakang. Jangan lagi dipikirkan masalah karena Anda sempat merobek baju pinjaman kakak Anda yang dulu-dulu. Atau gara-gara adik Anda menghilangkan sekotak krayon Anda lalu hubungan persaudaraan Anda menjadi hambar. Biarkanlah yang dulu berlalu. 2. Muncul di acara pentingnya Tentu, Anda akan datang untuk acara-acara penting, seperti pernikahan, kelulusan, sunatan anaknya, atau di hari raya. Hal-hal tersebut merupakan keharusan untuk seluruh anggota keluarga. Namun, bila memungkinkan, cobalah untuk menghadiri hari penting yang merupakan harinya. Misal, ketika ia mencoba menyelesaikan lomba lari marathon, atau muncul di pembukaan toko barunya. Nah, itu baru kemunculan yang bermakna. 3. Jangan mencoba menjadi mata-mata Ada kalanya Anda akan merasa sangat dibayang-bayangi oleh keberhasilan kakak atau adik Anda. Hubungan kakak-adik seringkali diwarnai dengan saling menggosipkan di belakangnya. Apalagi ketika orangtua kita memujinya, uh, rasanya sakit di hati, tetapi ketika orangtua mengeluhkan kelakuan kakak atau adik, Anda pun diam-diam merasa senang. Tentunya, hal semacam ini akan meruntuhkan kejujuran dan membuat Anda dan saudara sulit untuk mendekatkan diri. Jadi, berhentilah berpikiran picik terhadap saudara Anda sendiri. Jika Anda sulit untuk melakukannya untuk diri sendiri, coba lakukan atas nama ayah atau ibu Anda. 4. Perhatikan sopan santun Berlakulah layaknya Anda ingin diperlakukan. Anda tak mau kan ada orang yang bertanya sesuatu dengan kasar kepada Anda? Jangan lakukan pula pada saudara Anda. Anda memang tak harus berlaku formal dengan saudara kandung, namun tetap saja Anda butuh sopan santun agar tetap ada rasa segan dan saling menghormati di antara Anda. 5. Lawan "cap" Saat beranjak dewasa, Anda mungkin mengalami "pelabelan". Entah itu dengan menjadi "si bandel", atau "si pintar". Entah seberapa banyak perkembangan Anda, tetap saja, cap itu masih melekat. Jika Anda atau Anda melihat saudara Anda masih mendapat cap tersebut melekat pada dirinya, Anda bisa mencoba membantu mereka keluar dari cap tersebut dengan mengutarakan prestasi mereka baru-baru ini. Misal, kakak Anda yang selama ini dikenal sangat sporty baru-baru ini berhasil meraih penghargaan penulisan. Atau si adik yang cerdas baru saja berhasil melewati rekor terdahulunya dalam balap sepeda. Siapa tahu mereka juga akan membantu Anda untuk mengubah "label" yang selama ini menempel pada Anda.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Langkah untuk Lebih Dekat dengan Saudara Kandung", https://lifestyle.kompas.com/read/2010/07/12/1820156/10.langkah.untuk.lebih.dekat.dengan.saudara.kandung.
1. Biarkan yang di belakang tetap di belakang Biarkanlah kenangan dan rasa sakit di belakang perihal masalah sepele tetap di belakang. Jangan lagi dipikirkan masalah karena Anda sempat merobek baju pinjaman kakak Anda yang dulu-dulu. Atau gara-gara adik Anda menghilangkan sekotak krayon Anda lalu hubungan persaudaraan Anda menjadi hambar. Biarkanlah yang dulu berlalu. 2. Muncul di acara pentingnya Tentu, Anda akan datang untuk acara-acara penting, seperti pernikahan, kelulusan, sunatan anaknya, atau di hari raya. Hal-hal tersebut merupakan keharusan untuk seluruh anggota keluarga. Namun, bila memungkinkan, cobalah untuk menghadiri hari penting yang merupakan harinya. Misal, ketika ia mencoba menyelesaikan lomba lari marathon, atau muncul di pembukaan toko barunya. Nah, itu baru kemunculan yang bermakna. 3. Jangan mencoba menjadi mata-mata Ada kalanya Anda akan merasa sangat dibayang-bayangi oleh keberhasilan kakak atau adik Anda. Hubungan kakak-adik seringkali diwarnai dengan saling menggosipkan di belakangnya. Apalagi ketika orangtua kita memujinya, uh, rasanya sakit di hati, tetapi ketika orangtua mengeluhkan kelakuan kakak atau adik, Anda pun diam-diam merasa senang. Tentunya, hal semacam ini akan meruntuhkan kejujuran dan membuat Anda dan saudara sulit untuk mendekatkan diri. Jadi, berhentilah berpikiran picik terhadap saudara Anda sendiri. Jika Anda sulit untuk melakukannya untuk diri sendiri, coba lakukan atas nama ayah atau ibu Anda. 4. Perhatikan sopan santun Berlakulah layaknya Anda ingin diperlakukan. Anda tak mau kan ada orang yang bertanya sesuatu dengan kasar kepada Anda? Jangan lakukan pula pada saudara Anda. Anda memang tak harus berlaku formal dengan saudara kandung, namun tetap saja Anda butuh sopan santun agar tetap ada rasa segan dan saling menghormati di antara Anda. 5. Lawan "cap" Saat beranjak dewasa, Anda mungkin mengalami "pelabelan". Entah itu dengan menjadi "si bandel", atau "si pintar". Entah seberapa banyak perkembangan Anda, tetap saja, cap itu masih melekat. Jika Anda atau Anda melihat saudara Anda masih mendapat cap tersebut melekat pada dirinya, Anda bisa mencoba membantu mereka keluar dari cap tersebut dengan mengutarakan prestasi mereka baru-baru ini. Misal, kakak Anda yang selama ini dikenal sangat sporty baru-baru ini berhasil meraih penghargaan penulisan. Atau si adik yang cerdas baru saja berhasil melewati rekor terdahulunya dalam balap sepeda. Siapa tahu mereka juga akan membantu Anda untuk mengubah "label" yang selama ini menempel pada Anda.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Langkah untuk Lebih Dekat dengan Saudara Kandung", https://lifestyle.kompas.com/read/2010/07/12/1820156/10.langkah.untuk.lebih.dekat.dengan.saudara.kandung.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar