menjaga hubungan kakak dan adik
| Maret 13, 2018 |
-
1. Peraturan
-
Hak dan privasi sering menjadi penyebab utama
pertengkaran yang terjadi dengan kakak atau adik di rumah. Untuk itu
sebuah peraturan penting dibuat dan dilaksanakan, dengan memasukkan
nilai-nilai kesopanan dan tata krama dalam peraturan yang dibuat juga
berpengaruh besar dalam kerukunan antar anggota keluarga. Mintalah
bantuan orang tua untuk menerapkan aturan-aturan yang dibuat dan aturan
apa sajakah yang pantas atau tidak pantas diadakan dalam rumah serta
sanksi yang diberlakukan jika ada seorang yang melanggar.
-
2. Miliki sifat pemaaf
-
Apapun yang sudah dan akan terjadi dalam pertengkaran,
yang terutama yang harus ditanamkan dalam diri setiap anggota keluarga
adalah sikap yang mau memaafkan dan meminta maaf. Hentikan pertengkaran
yang terjadi sesegera mungkin dan jangan biarkan hal tersebut
berlarut-larut. Dengan segera meminta maaf ketika Anda sebagai kakak
ataupun adik yang melakukan kesalahan akan membuat suasana cepat kembali
normal.
-
3. Hilangkan rasa egois
-
Pada dasarnya setiap orang pastinya ingin diperlakukan
secara adil, dihormati dan dihargai oleh yang lainnya. Oleh karena itu
baiknya kitapun harus mendahulukan memperlakukan anggota keluarga lain
dengan baik sebelum meminta diperlakukan dengan baik. Hal ini biasanya
sering terjadi pada seorang kakak yang selalu ingin ditinggikan di
hadapan adik-adiknya, jika Anda seorang kakak pahamilah bahwa Anda pun
juga harus memperlakukan adik-adik Anda seperti Anda juga ingin
diperlakukan, dengan begitu suasana hangat dalam keluarga akan mudah
terwujud.
-
4. Luangkan waktu bersama
-
Masing-masing anggota dalam sebuah keluarga sudah pasti
memiliki waktu dan kesibukan mereka masing-masing. Rencanakanlah sebuah
acara yang melibatkan kakak atau adik Anda ataupun bersama orang tua dan
saudara lainnya, Semakin banyak waktu bersama anggota keluarga tentu
akan mempererat hubungan didalamnya.
-
5. Selalu menghargai tali kasih persaudaraan
-
Kalau Anda bisa merasa sayang terhadap teman atau bahkan
sahabat, terlebih kepada saudara kandung Anda sendiri. Apapun yang
terjadi dalam kehidupan keluarga antara kakak dan adik, tali kasih
persaudaraan itu tidak akan putus. Pertengkaran, perbedaaan pemikiran,
percekcokan atau apapun tidak akan melunturkan rasa sayang karena
hubungan darah itu lebih kental dari apapun di dunia ini. Jangan pernah
menunda untuk menyatakan rasa sayang Anda kepada kakak atau adik supaya
tidak ada penyesalan karena hari esok belum tentu kita masih mempunyai
kesempatan untuk melakukannya.
-
Tips-tips di atas cukup ampuh untuk mempererat hubungan persaudaraan dalam keluarga antara kakak dan adik, Jika di dalam keluarga rasa saling menghargai dan menghormati sudah tercipta, otomatis hubungan yang erat dan kuat antar anggota keluarga pun akan tercipta sehingga apapun permasalahan yang terjadi tidak akan mudah untuk membuat perpecahan dalam keluarga. Pertengkaran seringkali menjadi semakin rumit karena secara emosi terkadang orang dapat melontarkan perkataan yang menyakitkan hati. Hal seperti ini lah yang membuat seseorang ingin membalas perbuatan atau perkataan yang diterimanya. Jika Anda bisa memulai untuk menciptakan lingkungan yang baik dirumah dengan sikap yang baik terhadap kakak ataupun adik, saudara yang menyebalkan sekalipun akan bisa berubah dengan sendirinya.Sumber: pentingnya-menguatkan-hubungan-antara-adik-dan-kakak
1. Biarkan yang di
belakang tetap di belakang
Biarkanlah kenangan dan rasa sakit di belakang perihal masalah sepele
tetap di belakang. Jangan lagi dipikirkan masalah karena Anda sempat
merobek baju pinjaman kakak Anda yang dulu-dulu. Atau gara-gara adik
Anda menghilangkan sekotak krayon Anda lalu hubungan persaudaraan Anda
menjadi hambar. Biarkanlah yang dulu berlalu.
2. Muncul di acara pentingnya
Tentu, Anda akan datang untuk acara-acara penting, seperti pernikahan,
kelulusan, sunatan anaknya, atau di hari raya. Hal-hal tersebut
merupakan keharusan untuk seluruh anggota keluarga. Namun, bila
memungkinkan, cobalah untuk menghadiri hari penting yang merupakan
harinya. Misal, ketika ia mencoba menyelesaikan lomba lari marathon,
atau muncul di pembukaan toko barunya. Nah, itu baru kemunculan yang
bermakna.
3. Jangan mencoba menjadi mata-mata
Ada kalanya Anda akan merasa sangat dibayang-bayangi oleh keberhasilan
kakak atau adik Anda. Hubungan kakak-adik seringkali diwarnai dengan
saling menggosipkan di belakangnya. Apalagi ketika orangtua kita
memujinya, uh, rasanya sakit di hati, tetapi ketika orangtua mengeluhkan
kelakuan kakak atau adik, Anda pun diam-diam merasa senang. Tentunya,
hal semacam ini akan meruntuhkan kejujuran dan membuat Anda dan saudara
sulit untuk mendekatkan diri. Jadi, berhentilah berpikiran picik
terhadap saudara Anda sendiri. Jika Anda sulit untuk melakukannya untuk
diri sendiri, coba lakukan atas nama ayah atau ibu Anda.
4. Perhatikan sopan santun
Berlakulah layaknya Anda ingin diperlakukan. Anda tak mau kan ada orang
yang bertanya sesuatu dengan kasar kepada Anda? Jangan lakukan pula pada
saudara Anda. Anda memang tak harus berlaku formal dengan saudara
kandung, namun tetap saja Anda butuh sopan santun agar tetap ada rasa
segan dan saling menghormati di antara Anda.
5. Lawan "cap"
Saat beranjak dewasa, Anda mungkin mengalami "pelabelan". Entah itu
dengan menjadi "si bandel", atau "si pintar". Entah seberapa banyak
perkembangan Anda, tetap saja, cap itu masih melekat. Jika Anda atau
Anda melihat saudara Anda masih mendapat cap tersebut melekat pada
dirinya, Anda bisa mencoba membantu mereka keluar dari cap tersebut
dengan mengutarakan prestasi mereka baru-baru ini. Misal, kakak Anda
yang selama ini dikenal sangat sporty baru-baru ini berhasil meraih
penghargaan penulisan. Atau si adik yang cerdas baru saja berhasil
melewati rekor terdahulunya dalam balap sepeda. Siapa tahu mereka juga
akan membantu Anda untuk mengubah "label" yang selama ini menempel pada
Anda.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Langkah untuk Lebih Dekat dengan Saudara Kandung", https://lifestyle.kompas.com/read/2010/07/12/1820156/10.langkah.untuk.lebih.dekat.dengan.saudara.kandung.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Langkah untuk Lebih Dekat dengan Saudara Kandung", https://lifestyle.kompas.com/read/2010/07/12/1820156/10.langkah.untuk.lebih.dekat.dengan.saudara.kandung.
1. Biarkan yang di
belakang tetap di belakang
Biarkanlah kenangan dan rasa sakit di belakang perihal masalah sepele
tetap di belakang. Jangan lagi dipikirkan masalah karena Anda sempat
merobek baju pinjaman kakak Anda yang dulu-dulu. Atau gara-gara adik
Anda menghilangkan sekotak krayon Anda lalu hubungan persaudaraan Anda
menjadi hambar. Biarkanlah yang dulu berlalu.
2. Muncul di acara pentingnya
Tentu, Anda akan datang untuk acara-acara penting, seperti pernikahan,
kelulusan, sunatan anaknya, atau di hari raya. Hal-hal tersebut
merupakan keharusan untuk seluruh anggota keluarga. Namun, bila
memungkinkan, cobalah untuk menghadiri hari penting yang merupakan
harinya. Misal, ketika ia mencoba menyelesaikan lomba lari marathon,
atau muncul di pembukaan toko barunya. Nah, itu baru kemunculan yang
bermakna.
3. Jangan mencoba menjadi mata-mata
Ada kalanya Anda akan merasa sangat dibayang-bayangi oleh keberhasilan
kakak atau adik Anda. Hubungan kakak-adik seringkali diwarnai dengan
saling menggosipkan di belakangnya. Apalagi ketika orangtua kita
memujinya, uh, rasanya sakit di hati, tetapi ketika orangtua mengeluhkan
kelakuan kakak atau adik, Anda pun diam-diam merasa senang. Tentunya,
hal semacam ini akan meruntuhkan kejujuran dan membuat Anda dan saudara
sulit untuk mendekatkan diri. Jadi, berhentilah berpikiran picik
terhadap saudara Anda sendiri. Jika Anda sulit untuk melakukannya untuk
diri sendiri, coba lakukan atas nama ayah atau ibu Anda.
4. Perhatikan sopan santun
Berlakulah layaknya Anda ingin diperlakukan. Anda tak mau kan ada orang
yang bertanya sesuatu dengan kasar kepada Anda? Jangan lakukan pula pada
saudara Anda. Anda memang tak harus berlaku formal dengan saudara
kandung, namun tetap saja Anda butuh sopan santun agar tetap ada rasa
segan dan saling menghormati di antara Anda.
5. Lawan "cap"
Saat beranjak dewasa, Anda mungkin mengalami "pelabelan". Entah itu
dengan menjadi "si bandel", atau "si pintar". Entah seberapa banyak
perkembangan Anda, tetap saja, cap itu masih melekat. Jika Anda atau
Anda melihat saudara Anda masih mendapat cap tersebut melekat pada
dirinya, Anda bisa mencoba membantu mereka keluar dari cap tersebut
dengan mengutarakan prestasi mereka baru-baru ini. Misal, kakak Anda
yang selama ini dikenal sangat sporty baru-baru ini berhasil meraih
penghargaan penulisan. Atau si adik yang cerdas baru saja berhasil
melewati rekor terdahulunya dalam balap sepeda. Siapa tahu mereka juga
akan membantu Anda untuk mengubah "label" yang selama ini menempel pada
Anda.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Langkah untuk Lebih Dekat dengan Saudara Kandung", https://lifestyle.kompas.com/read/2010/07/12/1820156/10.langkah.untuk.lebih.dekat.dengan.saudara.kandung.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Langkah untuk Lebih Dekat dengan Saudara Kandung", https://lifestyle.kompas.com/read/2010/07/12/1820156/10.langkah.untuk.lebih.dekat.dengan.saudara.kandung.
1. Biarkan yang di
belakang tetap di belakang
Biarkanlah kenangan dan rasa sakit di belakang perihal masalah sepele
tetap di belakang. Jangan lagi dipikirkan masalah karena Anda sempat
merobek baju pinjaman kakak Anda yang dulu-dulu. Atau gara-gara adik
Anda menghilangkan sekotak krayon Anda lalu hubungan persaudaraan Anda
menjadi hambar. Biarkanlah yang dulu berlalu.
2. Muncul di acara pentingnya
Tentu, Anda akan datang untuk acara-acara penting, seperti pernikahan,
kelulusan, sunatan anaknya, atau di hari raya. Hal-hal tersebut
merupakan keharusan untuk seluruh anggota keluarga. Namun, bila
memungkinkan, cobalah untuk menghadiri hari penting yang merupakan
harinya. Misal, ketika ia mencoba menyelesaikan lomba lari marathon,
atau muncul di pembukaan toko barunya. Nah, itu baru kemunculan yang
bermakna.
3. Jangan mencoba menjadi mata-mata
Ada kalanya Anda akan merasa sangat dibayang-bayangi oleh keberhasilan
kakak atau adik Anda. Hubungan kakak-adik seringkali diwarnai dengan
saling menggosipkan di belakangnya. Apalagi ketika orangtua kita
memujinya, uh, rasanya sakit di hati, tetapi ketika orangtua mengeluhkan
kelakuan kakak atau adik, Anda pun diam-diam merasa senang. Tentunya,
hal semacam ini akan meruntuhkan kejujuran dan membuat Anda dan saudara
sulit untuk mendekatkan diri. Jadi, berhentilah berpikiran picik
terhadap saudara Anda sendiri. Jika Anda sulit untuk melakukannya untuk
diri sendiri, coba lakukan atas nama ayah atau ibu Anda.
4. Perhatikan sopan santun
Berlakulah layaknya Anda ingin diperlakukan. Anda tak mau kan ada orang
yang bertanya sesuatu dengan kasar kepada Anda? Jangan lakukan pula pada
saudara Anda. Anda memang tak harus berlaku formal dengan saudara
kandung, namun tetap saja Anda butuh sopan santun agar tetap ada rasa
segan dan saling menghormati di antara Anda.
5. Lawan "cap"
Saat beranjak dewasa, Anda mungkin mengalami "pelabelan". Entah itu
dengan menjadi "si bandel", atau "si pintar". Entah seberapa banyak
perkembangan Anda, tetap saja, cap itu masih melekat. Jika Anda atau
Anda melihat saudara Anda masih mendapat cap tersebut melekat pada
dirinya, Anda bisa mencoba membantu mereka keluar dari cap tersebut
dengan mengutarakan prestasi mereka baru-baru ini. Misal, kakak Anda
yang selama ini dikenal sangat sporty baru-baru ini berhasil meraih
penghargaan penulisan. Atau si adik yang cerdas baru saja berhasil
melewati rekor terdahulunya dalam balap sepeda. Siapa tahu mereka juga
akan membantu Anda untuk mengubah "label" yang selama ini menempel pada
Anda.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Langkah untuk Lebih Dekat dengan Saudara Kandung", https://lifestyle.kompas.com/read/2010/07/12/1820156/10.langkah.untuk.lebih.dekat.dengan.saudara.kandung.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Langkah untuk Lebih Dekat dengan Saudara Kandung", https://lifestyle.kompas.com/read/2010/07/12/1820156/10.langkah.untuk.lebih.dekat.dengan.saudara.kandung.
0 komentar:
Posting Komentar